^Aku juga…
Bagai pohon Akasia,
Beginilah jalannya,
Kau dan aku berdua,
Tak muda dan semakin tua,
Tapi kita mencinta dan mendua…
Perlahan menyusuri laut,
Tahukah kau jejak kita tertaut?
Kau tak perlu takut,
Aku di sini sampai laut surut…
Berliku menanjak bebukit hijau,
Tergelak aku saat kau galau,
Tak percaya, kukira kau mengigau,
Mengatakan, “aku cinta kau”…
Ikut irama melantun nada,
Dingin rasa legakan dada,
Kau kirimku lagu menggoda,
Untukku kau selalu ada,
Di sela candamu amarahku reda,
Toh, semua ada jeda…
Jika kau merindu,
Kirim saja kecupmu,
Lewat jejak abu-abu…
Redam saja gelisahmu,
Perjalanan malam tetap semu,
Yang tinggal hanya asa yang beku,
Karena kau dan aku takkan jadi satu,
Tapi, kuingin kau tahu,
Aku juga cintaimu
//bdg, 11 Agustus 2008

Bahumu yang dulu kekar
Legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
ahahahaha..jadi mirip lirik lagu Ebiet G. Ade
Manik said this on August 12, 2008 at 9:41 pm